Notifikasi :

1. Saya sibuk dengan jadwal kuliah, jadi bakal jarang update.

2. AFA Singapore bikin iri.

3. Musim senang-senang hampir berakhir.

4. Dilanjutkan musim galau yang akan datang

Popular Post

About Me

Foto saya
Orang kurang kerjaan yang sibuk internetan
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Labels

Posted by : KIV Selasa, 24 September 2013



Seperti yang sudah aku bilang saat blog ini "dibangkitkan" dari tidurnya, aku akan nge-post something random, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia animu dan sebangsanya. Berhubung aku sendiri sedang tidak punya kerjaan lain, jadi aku post saja hal-hal yang berhubungan dengan kampus di sini.

Soal .museum UGM... apa kalian sudah pernah mendengar namanya? ya... sebagian besar orang mungkin sudah pernah mendengarkannya. Tapi tahukah kalian kalau UGM baru saja membuka museum baru dan sudah bisa didatangi oleh orang umum? Kalau kalian belum dengar wajar saja, karena memang informasi dari pihak pengelola sendiri sangat jarang terdengar, bahkan "masyarakat" UGM sendiri tidak tahu kalau museum ini sudah dibuka sebelum peresmiannya.

Museum ini sebenarnya sudah dibuka sejak Juni kemarin, akan tetapi sama sekali tidak terdengar kabarnya.... mungkin karena saat itu banyak pelajar yang sibuk cari sekolah dan universitas untuk melanjutkan pendidikan mereka. Peresmiannya sendiri masih bulan Desember depan, waktu yang dibilang cukup lama, dan kuharap museum ini menambahkan koleksinya sebelum peresmian. Karena setelah peresmian, biasanya jumlah pengunjung akan jauh meningkat dibandingkan sebelum-sebelumnya.

Karena penasaran, aku dan beberapa temanku berjalan-jalan di museum ini. Sebenarnya kami datang untuk survey salah satu mata kuliah kami, tapi kami juga penasaran apakah museum ini sudah dibuka. Singkat kata, selama beberapa jam kami melihat-lihat ke dalam area museum, sedikit berputar-putar dan juga bermain di dalamnya (museum ternyata juga bisa buat main :v) dan memunculkan satu pertanyaan besar di antara kami... "siapa Joko Waluyo?".


Ga ding... ini cuma bercanda. Ada beberapa poin penting yang aku dapat saat mengunjungi museum ini, dan aku memikirkan beberapa cara untuk memperoleh pengunjung yang lebih banyak ke tempat ini. Karena setiap orang berbeda, maka caranya untuk menarik pengunjung juga berbeda.

Begini pemikiranku untuk meningkatkan pengunjung yang datang:

Ada beberapa cara untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke museum.

1. Pengelolaan internal
  • Dari museumnya sendiri, ada baiknya meningkatkan jumlah barang yang ditampilkan di display. Karena jujur saja, saat aku datang, museum ini terkesan kosong... memang di beberapa ruang sudah berisi beberapa benda bersejarah. Tapi ada beberapa ruang yang kesannya tidak terpakai, kosong, bahkan belum lengkap.
  • Selain itu pihak museum bisa menambahkan media edukatif yang interaktif seperti satu layar touchscreen yang menurutku menarik di bagian tengah museum. Kenapa aku membahas ini karena aku yakin, banyak anak-anak dan orang umum yang lebih suka menggunakan media itu daripada membaca teks di dinding yang bisa dibilang terlalu monoton.
  • Menambahkan speaker yang digunakan untuk menjelaskan barang-barang apa saja yang ada di museum ini, karena aku terkadang bertanya-tanya, benda apa yang kulihat ini... karena kurangnya informasi yang ada di display. Jika menggunakan teks untuk penjelasan, jelas akan memakan waktu dan terasa membosankan.
  • Menambahkan rest area, mungkin bisa dalam bentuk kantin, atau bahkan kalau mau mengeluarkan dana lebih dalam bentuk cafe. Kalau ide ini terlaksana, pihak museum harus mengenakan harga yang wajar, dan bisa diterima oleh para pelajar sekalipun. Karena seperti yang kita tahu, untuk tempat-tempat wisata seperti ini, harga barang yang dijual bisa sangat jauh dari harga semula, dan bahkan beberapa kali lipat tergantung tempatnya. Bayangkan saja jika anda ditawarkan air mineral dengan harga 5000 rupiah... apakah anda mau beli? ngga kan :v
  • Mengatur bagaimana pengunjung mengunjungi museum. Karena bila tidak, pengunjung bisa menumpuk di salah satu sisi, sedangkan sisi lainnya kosong, tidak tersentuh sama sekali. bentuk pengaturan ini bisa dalam bentuk rute perjalanan, atau dengan menggunakan jasa guide yang dapat mengatur waktu perjalanan pengunjung.
2. Pengelolaan eksternal

Untuk yang satu ini sebenarnya lebih diarahkan ke arah pemasaran, sehingga para pengelola diharapkan meraih banyak pengunjung dengan metode yang tepat. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, dan mungkin yang aku tulis dibawah adalah salah satu contohnya:

  • Menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah yang ada di sekitar UGM untuk datang dan belajar di museum ini. Karena museum ini merupakan salah satu tempat bersejarah yang berperan penting dalam pendidikan dan perjuangan selama periode kemerdekaan.
  • Memasarkan bila museum UGM sudah dibuka untuk umum, karena yang namanya museum sangat jarang dipasarkan ke masyarakat, kalaupun ada paling hanya sebatas spanduk/baliho yang dipasang di depan museum yang bisa dibilang kurang efektif, dikarenakan tidak semua orang melewati museum, apalagi letak museum UGM ini bisa dibilang terpencil.
  • Bisa melakukan Grand Opening saat peresmian, selain untuk memasarkan, saat itu juga bisa dimanfaatkan untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya ke area museum
Segitu aja dulu deh yang aku tulis, sudah tidak ada spirit untuk melanjutkan nulis karena udah panjang banget :v

akan aku updet kalo sempet, cao





Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Kiv's Note - Kurumi Tokisaki - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - Redesigned by R.F.Aditya -